dasimaposter

CINTA DASIMA

“Aye bukan perempuan lokal yang bute harte, yang gila kelas. Kalo aye boleh milih, mending aye kabur.”

Itulah salah satu petikan dialog Nyai Dasima dalam pergelaran sandiwara musikal Betawi Cinta Dasima oleh Teater Abang None Jakarta Utara (sekarang menjadi Teater Abang None Jakarta) di Gedung Kesenian Jakarta, 16-17 Mei 2009.

 

 

seri oleh Maudy Koesnaedi ini terinspirasi oleh novel karya G. Francis, yang bercerita tentang seorang ‘nyai’ (sebutan untuk wanita pribumi di zaman pendudukan Inggris yang dijadikan simpanan para pejabat kolonial) yang kisahnya berakhir tragis. Dasima terbunuh oleh pembunuh bayaran yang disewa oleh Hayati (istri supir delman yang bernama Samiun) atas dasar kecemburuannya karena Samiun menjalin hubungan dengan Dasima. Akan tetapi, jalan cerita berbeda ditampilkan dalan pertunjukan ini. Misi pembunuhan oleh Hayati gagal, justru ia jatuh hati dengan Koh Aseng, bos tukang jagal. Dasima yang ditinggal suami dan anaknya pulang ke Inggris akhirnya menikah dengan Samiun dan hidup bahagia.

Adegan demi adegan terasa ringan dan sederhana, karena mengangkat persoalan kehidupan sehari-hari. Tata panggung artistik yang berganti-ganti dan penuh warna membuat suasana menjadi lebih hidup. Tak ketinggalan, busana-busana Eropa abad pertengahan karya Raden Sirait terlihat begitu menawan saat dikenakan oleh para pemain dalam adegan pesta ulang tahun anak Dasima dan Edward William (sang pejabat kolonial). Tidak hanya drama. Tarian, pencak silat, pantun, dan dialog-dialog lucu turut memeriahkan pertunjukan yang disutradarai oleh Adjie Nur Ahmad ini.

 

 

Sebanyak 60 alumni Abang dan None yang menjadi pemain berusaha menampilkan yang terbaik, meskipun tidak semua dari mereka memiliki latar belakang teater. Menurut Maudy, dengan adanya pergelaran tersebut, diharapkan para Abang dan None dapat termotivasi dan memiliki kesempatan untuk meningkatkan rasa tanggung jawab terhadap pengembangan budaya Betawi, serta mengenal dunia teater yang sesungguhnya. Selain itu, tampil pula sejumlah artis seperti Syaiful Jamil, Sari Nila, Gunawan, Tike Priyatnakusumah, dan Ussy Sulistyawati sebagai bintang tamu.

“I am not a woman whose life only seeks for wealth and class. I would rather die instead!”

That was one of the dialogue of Nyai Dasima in a musical betawinese play ‘Cinta Dasima’ by Teater Abang None Jakarta Utara (now Teater Abang None Jakarta) in Gedung Kesenian Jakarta, May 16th-17th 2009. Maudy Koesnaedi, the producer, was inspired by a novel of G. Francis, which story tells about a tragic life of a ‘Nyai’ (a name for a native woman who became mistress of colonial officials in the England colonialization era). 

 

 

Dasima was murdered by an assasin hired by Hayati (a wife of a delman’s driver named Samiun) due to the relationship Dasima and Samiun had. However, this play visualized the story differently. Hayati’s assassination plan to Dasima was failed. Instead, she fell in love with Koh Aseng, a slaughter house owner. On the other hand, Dasima ,who was left by her husband and son to london, got married to Samiun and lived happily ever after.

Scene by scene were visualized lightly, since the story was very close to our daily life’s conflict. The changing stage art and full of colour gave the performance a more lively nuance. Moreover, the midlle-aged wardrobe by Raden Sirait looked very enchanting on the actors which were worn on the scene of Dasima and Edward William’s (the colonial official) son’s birthday.

Not only play, but dances, pencak silat (martial arts of betawi), pantun (betawinese poetry), and comical dialogues that were directed by Adjie Nur Ahmad made the play even more exciting. About 60 alumni of Abang None Jakarta gave their best performance as actors in the play, though not all of them have background on theatrical play. According to maudy, the play was hoped to be able to motivate and to improve the alumni’s sense of responsibility in preserving the betawi culture, and also to further acknowledge the experience of theatrical play. The play Also involved some celebrities such as Saiful Jamil, Sari Nila, Gunawan, Tike Priyatnakusumah, and Ussy Sulistyawati as guest stars. (rendy)