A Little Bit About Teater Abnon

 

Teater AbNon (Abang None) was established as an act of contribution to preserve Betawi culture and to accomodate as well as to motivate all Abang None Jakarta to take part in this noble act.

 

 

Teater AbNon (Abang None) adalah organisasi non-profit berbasis komunitas yang bergerak di bidang seni dan budaya, khususnya seni pertunjukan budaya Betawi, yang anggotanya berasal dari alumni maupun mereka yang menjabat sebagai Abang None Jakarta.

 

Teater ini berdiri atas Prakarsa Maudy Koesnaedi (None Jakarta 1993) sebagai bentuk sumbangsih dan usaha dalam melestarikan budaya Betawi, serta sarana untuk memotivasi dan memberikan kesempatan kepada para Abang None Jakarta turut serta dalam usaha tersebut.

Pada awalnya, teater ini hanya beranggotakan Abang None Jakarta Utara, dan berhasil membuat sebuah pementasan yang diadakan pada tahun 2009 berjudul “Cinta Dasima”. Melihat animo masyarakat yang tinggi, serta potensi dan minat yang juga dimiliki oleh Abang None wilayah lain, maka pada akhirnya teater ini terbuka untuk semua wilayah di Jakarta, sehingga terbentuklah Teater AbNon.

Teater AbNon kemudian kembali menuai sukses dengan memproduksi “Doel: Antara Roti Buaya dan Burung Merpati, Kembang Parung Nunggu Dipetik” pada tahun 2010, “Sangkala 9/10” pada tahun 2011, “Soekma Djaja” pada tahun 2013, dan “Topeng Betawi Jaya Bersama” pada tahun 2013.

 

 

 

Tidak hanya pertunjukan berskala besar, Teater AbNon juga kerap tampil untuk mengisi acara-acara tertentu. Setiap pekannya, para anggota melakukan latihan secara reguler di Gedung C Dinas Pariwisata Jakarta. Mereka berlatih seni peran, vokal, musik, tari tradisional, hingga seni beladiri. Dalam menjalankan aktifitasnya, Teater AbNon memiliki struktur organisasi yang siap mewadahi berbagai bakat dan talenta Abang None Jakarta. Teater AbNon (Abang None) is a community-based non-profit organization, which focus on preserving Indonesian traditional art and culture, especially in Betawi (Jakarta) performing art, whose members are not only gathered from the officiating Abang None Jakarta, but also from the alumni from across generations and regions.

This Theater was established by the initiative of Maudy Koesnaedi (None Jakarta 1993) as an act of contribution to preserve Betawi culture and to accomodate as well as to motivate all Abang None Jakarta to take part in this noble act.

 

At the earlier stage of its establishment, this Theater only consisted of Abang None from North Jakarta, which had successfully held a performance in 2009 titled “Cinta Dasima”. Acknowledging the enormous interest from people and the promising talent shown by Abang None from other region after this production, this Theater was eventually opened for all Abang None Jakarta from the regions. Thus, Teater AbNon was pronounced from that moment on.

 

 

Following their first successful production, Teater AbNon has managed to continue their success by holding other productions, such as “Doel: Antara Roti Buaya dan Burung Merpati, Kembang Parung Nunggu Dipetik” in 2010,“Sangkala 9/10” in 2011, “Soekma Djaja” in 2013, and “Topeng Betawi Jaya Bersama” in 2013.

 

Not only for large-scale productions, Teater AbNon are also involved in other special events. Every week, the members practice regularly at Gedung C Dinas Pariwisata Jakarta. They practice acting, vocal, music, traditional dance, and also traditional martial art called Silat. In order to ensure these activities run well, Teater AbNon has an organizational structure which are ready to accomodate various talents from all Abang None Jakarta.